Hindari Kesalahan Ini Saat Beriklan di Sosial Media

Hindari Kesalahan Ini Saat Beriklan di Media Sosial

Media sosial manakah yang Anda gunakan untuk beriklan? Bagaimana dengan timbal baliknya? Jika Anda merasa sudah maksimal tapi hasilnya masih jauh dari harapan. Mungkin ada kesalahan saat Anda beriklan.

Meskipun media sosial menjadi tools yang sangat powerful untuk menjembatani antara brand dengan calon konsumen, media sosial juga bisa berlaku kebalikannya yang justru menjauhkan Anda dari mereka.

1. Terlalu banyak bicara tentang brand

Melakukan promo di media sosial jauh lebih efektif dari pada beriklan karena dalam media sosial banyak terjadi komunikasi dan interaksi. Tapi media sosial bukanlah tempat untuk berbicara sendiri. Di tempat ini kita diminta untuk terus berkomunikasi dengan para pengunjung. Aktiflah dan ikutlah berkomunikasi dengan para followers Anda baik melalui komentar ataupun pesan pribadi.

Boleh saja berbicara tentang merek dimedia sosial, atau sekedar ingin show off tentang produk juga sangat bagus. Namun Anda juga harus memahami seberapa porsi yang sebaiknya dilakukan. Jangan setiap waktu hanya membicarakan merek terus – menerus. Konsumen akan merasa muak dan terasa membosankan jika Anda selalu melakukan hal itu.

Harus diketahui bahwa media sosial tidak sama dengan televisi. Jadi branding di media sosial juga harus mempunyai metode yang spesifik dan friendly. Jadi yang paling baik adalah dengan membuat konten yang bagus dan berkualitas yang bisa memancing audience untuk berinteraksi dan berkomunikasi tentang produk yang diperkenalkan.

2. Branding berdasarkan harga

Hindari melakukan hal ini, kecuali Anda seorang pedagang grosiran atau penyalur barang-barang yang sangat umum. Menempatkan merek Anda pada harga yang rendah adalah perlombaan menuju kehancuran – dan pada saatnya seseorang akan mengalahkan Anda.

Meskipun harga Anda sama dengan pesaing, Anda harus memberikan alasan yang bagus kepada klien, yaitu nilai lebih yang mereka akan dapatkan dari Anda. Bangun kepercayaan dengan pelanggan, dan produk Anda tidak akan dipengaruhi saat competitor berusaha menempatkan harganya dibawah Anda.

3. Menargetkan posting yang terlalu banyak agar dinilai selalu exist

Jika setiap hari bahkan setiap jam Anda memasang iklan dengan tujuan agar mereka mengingat produk Anda, ini bukan iklan koran atau TV, pengunjung butuh suasana berbicara, bukan dijejal dengan iklan Anda setiap saat.

Nomor satukan kualitas pembicaraan dibanding kuantitas. Buatlah materi iklan yang berbicara face to face dan tidak monoton agar tidak terlihat pengulangan kata-kata seolah Anda tidak peduli apakah pembicaraan iklan Anda sudah membosankan.

Menerima ratusan pesan online setiap hari sudah membuat pembacamu ‘letih‘, pastikan Anda menciptakan konten yang fresh, relevan, dan berorientasi pada konsumen. Media sosial tidak harus selalu tentang bisnis. Jika kamu bisa membuat audiensmu nyaman maka mereka juga akan nyaman dengan produk/jasamu.

4. Tidak konsisten

Dalam media sosial, Sebuah merek adalah kumpulan pengalaman dari pelanggan (testimoni) dan pembicaraan kebutuhan calon pelanggan terhadap produk Anda.
Brand Anda adalah cerita Anda yang disosialisasikan dari interaksi  yang setiap hari Anda lakukan dengan pelanggan dan calon pelanggan Anda, gambar-gambar yang Anda bagikan, pesan-pesan yang dikirim melalui website Anda, video-video dan konten-konten dari materi promosi Anda, dan posting-an di dalam blog Anda. Untuk itu bentuk-bentuk yang sudah berjalan agar dijaga supaya tidak berubah atau bergeser sehingga membingungkan audience ; karakter apa sebenarnya yang saat ini mereka sukai.

Konsistensi sebuah brand membawa Anda kepada keakraban/kebiasaan, dan akan membawa Anda kepada kepercayaan. Para pelanggan membeli produk yang mereka percayai.

5. Menjadikan media sosial hanya sebagai sarana iklan

Dalam media sosial Anda mencari teman yang akan dijadikan pelanggan dan tidak mungkin Anda mentargetkan seluruh teman, karena ada beberapa individu yang memang hanya menjadi teman biasa diluar unsur bisnis. Ciptakan kondisi ini sebaik mungkin agar Anda tidak dinilai sebagai “pedagang door to door”  yang masuk di dalam lingkungan pertemanan.

Jadilah profesional yang fleksibel dengan pemasangan (posting) konten yang relevan namun tetap bertindak sebagai anggota masarakat biasa.

6. Bahasa yang kurang tepat

Sosial media itu berisi semua teman-teman dan link Anda yang mungkin memiliki orientasi berpikir dan cita rasa yang sama, tapi belum tentu mempunyai gaya bahasa yang sama, mereka berada di lingkungan yang berbeda serta golongan/kelompok yang berbeda, berhati-hatilah ketika menciptakan ‘ajakan/penawaran’ dengan gaya bahasa yang terlalu mengarah kepada kelompok teman-teman dekat Anda. Jadi berbahasalah dengan gaya bahasa promosi yang ringan namun tetap dalam gaya bicara lingkungan pertemanan yang familiar.

7.  Mengabaikan komentar negatif atau tidak cepat tanggap

Jangan pernah mengabaikan atau menghapus komentar negative yang ada dalam komentar media sosial. Justru tanggapi dengan respon yang positif.  Dengan mengabaikan atau menghapusnya menandakan ketidak profesionalan Anda ketika menghadapi sesuatu hal. Apapun komentarnya entah itu positif ataupun negatif Anda harus dengan bijak membalas setiap pemasangannya. Lakukan ini dengan cepat karena ini akan mencerminkan kualitas dari pelayanan Anda.

8. Pembicaraan yang berat dan tidak ‘socialited’

Salah satu yang sering sekali dilakukan dalam melakukan branding di media sosial adalah kita sering lupa bahwa kita langsung berhadapan dengan “isi hati” manusia. Sebagai sikap alami manusia selalu ingin mendapatkan kenyamanan dalam segala hal, maka diperlukan pembicaraan yang ‘dekat’ (close conversation) untuk lebih membuat hubungan antara Anda dan audience lebih hangat.

Lakukan publikasi atau pembicaraan dengan hati seolah Anda sedang berbicara dengan teman-teman dan menjaga perasaan mereka dari hal-hal yang mengganggu dalam pertemanan. Sekedar membicarakan trending topik atau membuat lelucon atau joke juga bisa menyegarkan hubungan Anda dengan audience.

9. Tidak punya visi

Bagaimana Anda menginginkan seorang pelanggan mengingat bisnis Anda? Visi dalam bisnis Anda harus mempunyai image yang menggambarkan seberapa pentingnya produk Anda dan bagaimana kebutuhan konsumen dapat terakomodasi. itu visi yang perlu dikomunikasikan dalam konten-konten yang berbicara secara konsisten maupun gambar-gambar yang selalu relevan.

10. Skedul posting yang kurang tepat atau berubah-ubah

Pastikan kapan waktu yang tepat untuk update sosial media-mu. Apakah kebanyakan konsumenmu tinggal di wilayah waktu yang sama dengan tempat Anda? Atau justru konsumenmu banyak yang dari luar negeri? perhatikan latar belakang visitor dan konsumenmu agar dapat melakukan penjadwalan untuk publikasi lewat media sosial dengan tepat. Gunakan tools yang bisa merekomendasikan waktu terbaik untuk mempublikasikan konten. Saat terbaik adalah saat dimana Anda mengetahui kapan konsumen sedang meluangkan waktu untuk mencari tahu apa yang mereka butuhkan yang berhubungan dengan produk Anda. Jika Anda memasan iklan di waktu yang tepat maka Anda akan dapat memaksimalkan “reach and found” kepada audiens. Sekali lagi konsistensi sangat diperlukan di sini.

11. Spamming

Ini adalah kesalahan “terberat” yg sering tidak disadari oleh admin sosial media Page. Dengan tujuan ingin menjaga agar audience selalu ter-update dengan info terkini, tidak jarang para admin mengirim banyak sekali informasi via message blast ke audience.
Ada etika dan pendekatan tersendiri yang harus kita jaga. Semua orang punya power didalam account mereka masing-masing, dan itu harus kita hargai.

Jika Anda lakukan kesalahan ini, itu berarti Anda telah melakukan spamming ke audience Anda, dan tentu saja hal ini tidak baik bagi strategi pemasaran Anda kedepan. “everybody hates spam“, dan ingat, dalam waktu singkat Anda dapat di-remove membership sebagai fan dari page Anda jika mereka merasa terganggu. Jika hal itu terjadi, Anda akan kehilangan potensial audiences yang seharusnya dapat Anda edukasi untuk dijadikan sebagai pengguna setia Anda nantinya.

12. Lupa pada proses pemasaran yang seharusnya

Jika tujuan utama Anda menggunakan media sosial adalah bisnis, maka lakukanlah dengan managemen bisnis. Catat semua pergerakan mulai dari followers hingga konten yang banyak disukai. Jangan lupa melakukan evaluasi agar promosi Anda di media sosial juga semakin terarah.
Selalu ingat fungsi sosial media, yaitu untuk memanusiakan sebuah merek. Buat kepribadian unik yang memungkinkan individual berkomunikasi secara terbuka dengan merek Anda. Dengan begitu Anda akan tetap terhubung dan memiliki hubungan yang tak berjarak dengan konsumen dan tetap dicintai sebagai sebuah “anggota keluarga” yang selalu dibutuhkan.

Jika Anda selalu melakukan hal tersebut, segeralah berhenti. Evaluasi lagi semua hal yang pernah Anda lakukan dengan social media. Jangan sampai kesalah itu membuat usaha Anda menjadi jatuh. Memang diperlukan banyak sekali ketelitian dan kehati-hatian dalam menggunakan media sosial. Namun itu semua tetap bisa diakali dengan memperbanyak wawasan mengenai teknologi dan cara beriklan yang baik.

Anda butuh bantuan untuk beriklan dengan cara yang tepat? Kunjungi: consulting.hartlogic.com

Follow Bernhart Farras Sukandar:

Founder & President HartLogic

A person, born in 1995 who desire to make improvements for Indonesia, always learn to share, and in process of mastering hone sincerity. Growing up in multiple cities in Indonesia, studying in Indonesia, Australia & Germany, working in multiple cities in Indonesia & Germany. The fact that I’ve been living in different places with different environments gives me cultural knowledge, international mindset, and broader knowledge. I love culture, traditional language, and tourism in Indonesia #LoveIndonesia. My hobbies are watching movies, playing music (piano & guitar), playing strategy games, archery, basketball, writing & producing videos.

Leave a Reply