StudentsxCEOs Future Leader Academy

StudentsxCEOs Future Leader Academy

Pada Sabtu pekan lalu (14/4) organisasi StudentsxCEOs, yang juga akrab disebut dengan SxC, mengadakan sebuah kegiatan workshop terbesar tahunan dari mereka yaitu “StudentsxCEOs Future Leader Academy” selama dua hari di IPMI International Business School yang berlokasi di daerah Kalibata. Tema yang diangkat adalah “Two Days Design Thinking Exclusive Workshop” dan dihadiri oleh hampir 100 mahasiswa terpilih dari berbagai Universitas di berbagai daerah. Workshop tersebut dibagi kembali menjadi tiga bagian area yaitu Fintech, Environment, dan Education. Pihak StudentsxCEOs juga memberikan pilihan pembayaran yaitu akomodasi dan non-akomodasi. Pilihan akomodasi dikhususkan untuk peserta yang ingin sekaligus mendapat penginapan dan transportasi selama dua hari workshop tersebut diadakan dan dikhususkan bagi peserta yang berasal dari luar Jabodetabek. Salah satu anggota HartLogic mendapatkan kesempatan mengikuti workshop tersebut selama dua hari dengan pilhan non-akomodasi pada area Environment.

Pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan grand opening yaitu pidato pembuka dari CEO SxC yaitu Johannes Anugerah P. dan CEO dari IPMI International Business School yaitu Jimmy G. secara bergantian. Pembuka di mulai pada pukul 09.00 pagi dengan suasana para peserta workshop sudah berkumpul dan berkenalan antara satu sama lain. Peserta duduk bersama dengan peserta lain yang berada pada area yang sama yaitu peserta Fintech berkumpul bersama dalam satu meja dengan peserta Fintech lainnya, dan begitu pula pada peserta area Environment dan Education. Setelah pidato pembuka usai, kegiatan grand opening masih berlanjut dengan pemberian materi dan insight mengenai pandangan ekonomi Indonesia saat ini yaitu “Revolusi Industri 4.0: Bersaing dengan Robot di Era Digital”. Materi tersebut dibawakan dengan sangat baik oleh Bhima Yudhistira Adhinegara yaitu seorang Economist di INDEF (Institute for Development of Economic and Finance) dan Head of KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Research Team. Hal yang paling penulis ingat mengenai insight dari Bhima adalah bahwa akan banyak pekerjaan yang mati di masa depan seperti banker, sales, akuntan, dan sebagainya akibat digantikan oleh teknologi. Kemudian solusi yang dibawakan salah satunya adalah dengan mendorong tumbuhnya startup lokal.

Usai pembawaan materi dan insight oleh Bhima, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Design Thinking oleh Teddy Asril yaitu seorang konsultan di Deloitte dan menjadi fasilitator pada kegiatan workshop kali ini. Pak Teddy memberikan materi pembuka seperti ground rules yang harus ditaati selama menjalani proses workshop yaitu harus aktif proaktif, hadir, mengapresiasi pendapat dan ide dari orang lain, membuat strategi baru, dan menjadi orang yang empati. Selain itu, materi mengenai design thinking dilanjutkan dan dijelaskan dengan sangat baik oleh pak Teddy mulai dari langkah-langkah untuk melakukan design thinking, apa yang harus dilakukan ketika mendapatkan sebuah permasalahan, hingga bagaimana mindset yang seharusnya dimiliki. Usai materi dari pak Teddy, setiap peserta diminta berkumpul pada areanya masing-masing untuk kemudian mendapatkan materi dari pembicara ahli pada area masing-masing.

DIskusi dimulai dengan pemberian materi mengenai isu saat ini sesuai dengan area masing-masing oleh pembicara professional. Pada area Environment, materi dibawakan oleh Reidinar Juliane Wardoyo yaitu Communication Specialist of World Resources Institute (WRI) Indonesia. Ia memaparkan banyak data mengenai apa yang terjadi pada lingkungan kita terutama Bumi dan Indonesia. Ia juga memberikan enam tantangan global yang ada pada lingkungan yaitu makanan, hutan, air, iklim, perkotaan, dan energi. Setelah pemaparan materi, beberapa peserta melakukan tanya jawab dengan kak Reidinar dan mulai berdiskusi. Kegiatan tersebut berlangsung selama satu jam kemudian para peserta dipersilahkan untuk istirahat makan dan sholat.

Pukul 13.30 kegiatan kembali berlangsung dengan jauh lebih seru. Pak Teddy membagi kami menjadi beberapa kelompok kecil yang berisi 4-5 orang sesuai dengan area masing-masing. Setelah berkumpul dengan teman kelompok barulah instruksi diberikan. Masing-masing kelompok diminta untuk membuat sebuah prototype dalam waktu 30 menit. Prototype harus dibuat hanya dengan menggunakan sedotan, isolasi bening besar, dan isolasi bening kecil yang kemudian dapat membuat sebuah telur tidak pecah ketika dijatuhkan dari ketinggian 2 meter. Kelompok penulis berhasil dengan sukses dalam satu kali percobaan, namun hal tersebut memang tidak mudah. Waktu yang diberikan adalah 30 menit dan itu sudah termasuk dengan memikirkan ide dan membuat prototypenya. Beberapa kelompok lain gagal dan telurnya pecah ketika dijatuhkan, kemudian fasilitator memberi kesempatan bagi kelompok yang gagal pada kesempatan pertama untuk memperbaiki prototype mereka dalam waktu 15 menit. Usai kegiatan pemanasan tersebut, kami dikumpulkan kembali kepada tim masing-masing untuk membuat design thinking dan prototype yang lebih besar lagi.

Proses design thinking dibantu oleh beberapa co-facilitator yang merupakan staf dari IPMI International Business School. Masing-masing kelompok diminta memaparkan ide dari masing-masing anggotanya lalu ide ditulis dan ditempelkan pada flipchart yang ada di ruangan. Co-facilitator meminta kami untuk mengembangkan ide yang telah didapatkan menjadi lebih spesifik kemudian menyamakan ide masing-masing. Istirahat untuk makan dan sholat diperbolehkan dari pukul 17.30 hingga pukul 19.00. Setelah itu kami diminta untuk langsung membuat prototype dari ide yang telah disepakati. Kelompok penulis menyepakati ide yaitu membuat sebuah aplikasi yang dapat menjembatani antara para produsen sampah rumah tangga dengan komunitas daur ulang yang ada. Prototype dibuat dalam bentuk menggambar sebuah tampilan aplikasi pada handphone di papan berukuran A1 untuk ditunjukkan pada warga di sekitar kampus IPMI International Business School sebagai bentuk validasi ide. Pukul 20.30 kegiatan workshop StudentxCEOs Future Leader Academy hari pertama resmi usai.

Pada hari kedua, mulai pukul 08.00 peserta telah diminta untuk berkumpul untuk dilakukan briefing mengenai instruksi selanjutnya dari validasi ide ke masyarakat sekitar. Sebelum instruksi diberikan, pemaparan materi terlebih dahulu mengenai How to Articulate Your Idea yang dibawakan oleh Aldi Adrian Hartanto yaitu Head of Investment di Mandiri Capital Indonesia hingga pukul 10.00. Pak Aldi juga memaparkan bagaimana melakukan pitching yang baik dan menampilkan video dari implementasi gestur tubuh ketika melakukan pitching yaitu mana gestur yang baik dan mana yang perlu dihindari. Usai materi dari pak Aldi, pak Teddy kembali untuk memberikan instruksi pada seluruh peserta mengenai validasi ide prototype. Memaparkan ide ke masyarakat sekitar dilakukan selama satu jam yaitu dari pukul 10.00 hingga 11.00 dan dilanjutkan dengan melakukan revisi prototype dari feedback yang telah didapatkan dari masyarakat. Pukul 12.00 para pesera dipersilahkan untuk istirahat makan dan bersiap-siap melakukan presentasi dari ide mereka di depan para co-facilitator.

Presentasi dimulai pada pukul 13.30 dan setiap kelompok memiliki waktu 15 menit untuk presentasi dan untuk tanya jawab dari co-facilitator. Presentasi berlangsung dengan seru dan menyenagkan melihat ide-ide dari kelompok lainnya yang juga sangat menarik. Seluruh kelompok selesai presentasi pada pukul 16.00 kemudian semua peserta diminta berkumpul di auditorium. Para panitia kegiatan memberikan games Kahoot untuk mencairkan suasana peserta yang tampak lelah setelah melakukan validasi ide, revisi ide, dan presentasi prototype. Games yang dilakukan terasa sangat seru dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Usai games, pada pukul 17.00 diberikan seminar mengenai manfaat Social Enterprise pada masyarakat oleh Veronica Colondam yaitu Founder & CEO YCAB Foundation (Yayasan Cinta Anak Bangsa). Bu Veronica memaparkan jenis mindset yang dimiliki oleh orang-orang yang ingin memberikan dampak bagi sekitarnya yaitu Result Mindset dan Purposeful Mindset di mana sebelum ada Purposeful Mindset maka harus ada terlebih dahulu Result Mindset. Selain itu ia juga menjelaskan mengenai Rules of Engagement yang terdiri dari tiga yaitu pick who to help, be real, dan be creative. Kemudian pukul 20.00 dimulai kegiatan awarding night.

Awarding night merupakan rangkaian acara terakhir sekaligus penutup dari kegiatan workshop StudentxCEOs Future Leader Academy kali ini. Awarding night ini mengumumkan siapa tim terbaik dari masing-masing area berdasarkan ide yang telah mereka paparkan tersebut. Tidak hanya itu, presentator terbaik juga akan dipilih dari masing-masing area berdasarkan cara mereka menyampaikan materi dan gaya presentasi mereka. Dari area Fintech, pemenang tim terbaik adalah tim dengan ide mengenai pemudahan siswa dan mahasiswa berinvestasi dan mendapatkan pendapatan pasif sementara mereka masih bersekolah. Kemudian dari area Education adalah tim dengan ide memberikan pendidikan berupa materi dan modul yang dapat diakses oleh semua orang karena ada di dalam website dan dibedakan berdasarkan kategori yaitu pelajar, pengajar, dan orang tua. Tim terbaik dari Environment adalah tim dengan ide membuat kampanye mengenai renewable energy atau energy terbarukan. Masing-masing tim terbaik diberikan penghargaan berupa sertifikat pemenang dan uang tunai sebesar satu juta rupiah dan masing-masing presentator terbaik mendapatkan sertifikat penghargaan pemenang dan uang tunai sebesar tiga ratus rupiah. Kegiatan workshop diakhiri dengan meriah dan melakukan foto bersama seluruh peserta, co-facilitator, fasilitator, dan panitia StudentxCEOs Future Leader Academy. Para peserta yang hendak pulang terlihat sangat senang karena telah mendapatkan banyak teman baru, pengalaman berharga, dan ilmu yang luar biasa.StudentsxCEOs Future Leader Academy

Leave a Reply